Sarolangun, 20 Desember 2025, Institut Agama Islam (IAI) Abuya Salek Sarolangun melaksanakan prosesi wisuda dengan mewisuda sebanyak 86 mahasiswa. Dari jumlah tersebut, sejumlah wisudawan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun.
Rektor IAI Abuya Salek Sarolangun, Dr. Fauzani, S.EI., M.A., dalam sambutan sekaligus laporan akademik menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dosen, serta dukungan seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan mutu pendidikan di kampus.

Sementara itu, Bupati Sarolangun, H. Hurmin, S.E., dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk terus membantu masyarakat kurang mampu, khususnya melalui peningkatan program beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.

Bupati juga mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan langkah awal bagi para lulusan untuk mengembangkan ilmu dan pengabdian di tengah masyarakat. Selain itu, ia berpesan agar para wisudawan bijak dalam menggunakan media sosial serta mampu menjaga nama baik almamater yang menyandang nama ulama daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Semoga mampu berkiprah di dunia kerja dan memberikan kontribusi positif bagi daerah,” ujar Bupati.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi selaku Koordinator Kopertais Wilayah XIII menegaskan pentingnya integritas dan daya saing global bagi lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta. Penegasan tersebut disampaikannya dalam Sidang Terbuka Wisuda Institut Agama Islam (IAI) Abuya Salek Sarolangun yang berlangsung khidmat.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pendidikan, melainkan titik awal pengabdian intelektual dan sosial di tengah masyarakat. Gelar akademik yang diraih para wisudawan, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab melalui sikap profesional, etika, dan integritas dalam setiap peran yang dijalani.

Lebih lanjut, Rektor mendorong para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi diri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan jati diri keislaman. Tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia.
Ia juga mengajak para wisudawan untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Sarolangun, dengan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa studi. Kontribusi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan masyarakat, sekaligus memperkuat peran lulusan perguruan tinggi Islam sebagai agen perubahan.
Menutup sambutannya, Rektor menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal harus tetap menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian. Dengan memadukan integritas, kompetensi, dan komitmen terhadap nilai luhur, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan solusi dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan umat.